5 Penyebab Anak Tidak Percaya Diri dan Cara Mengatasinya

Ketika anak  Anda memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, maka pasti ada penyebabnya. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui para orang tua. Ketidakpercayaan diri seorang anak tentu dapat berpengaruh pada berbagai aktivitas yang dia lakukan.

Jika anak Anda malas bersosialisasi, mudah menyerah, dan selalu memikirkan sisi negatif dari suatu masalah, maka itu merupakan tanda bahwa tingkat kepercayaan dirinya rendah. Sebagai orang tua, pasti Anda ingin tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab anak tidak percaya diri dan juga cara untuk mengatasinya.

1. Orang tua yang sering marah pada anaknya

Penyebab pertama anak memiliki kepercayaan diri rendah adalah orang tua yang sering memarahi anaknya. Pada masa pertumbuhan anak, memiliki sifat percaya diri sangatlah penting. Hal ini dapat menumbuhkan rasa semangat dalam dirinya untuk mencapai prestasi.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang memarahi anaknya apabila mereka tidak mendapatkan nilai tinggi dalam sekolahnya. Selain itu, jarang sekali orang tua yang memuji anaknya jika mereka melakukan hal yang benar. Hal ini tentu dapat menurunkan rasa kepercayaan diri mereka.

Untuk mengatasi hal ini, maka para orang tua harus pintar melihat situasi. Nilai jelek dalam pelajaran matematika bukan berarti anak Anda bodoh, bisa jadi dia mendapatkan nilai tinggi dalam bidang seni musik atau menggambar.

Jangan marahi anak Anda. Sebaliknya, beri semangat jika dia belum bisa dan puji dia jika mendapat prestasi di bidang lain.

2. Rasa trauma

Jika anak Anda pernah mengalami banyak kegagalan sebelumnya, maka akan ada rasa trauma yang tumbuh pada dirinya. Kegagalan merupakan penyebab anak tidak percaya diri karena dapat membuat kepercayaan diri menurun dan takut untuk mencoba hal yang baru.

Peran orang tua disini sangat penting. Seorang anak yang pernah mengalami kegagalan membutuhkan nasihat dan kasih sayang dari orang tua.

Anda bisa mengajak dia mengobrol santai tanpa tekanan agar anak juga enjoy untuk mengungkapkan apa yang dipendamnya pada Anda. Jangan buru-buru menjudge atas apa yang dia lakukan, pahami kondisinya dan jelaskan bahwa semua orang pernah mengalami kegagalan, termasuk Anda.

Kegagalan bukanlah lawan dari keberhasilan, kegagalan adalah bagian dari proses keberhasilan. Jika pernah mengalami kegagalan, maka jalan keberhasilan pun semakin tampak di depan mata.

3. Orang tua yang kurang percaya diri

Jika Anda sebagai orang tua memiliki kepercayaan diri rendah, maka hal ini juga dapat menjadi penyebab anak Anda memiliki sifat yang sama. Orang tua adalah contoh dan cerminan dari anak-anaknya.

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda harus dapat mengatasi rasa ketidak percayaan diri Anda yang rendah. Lihatlah semua masalah pada sisi positif.

Gagal satu kali bukan berarti Anda tidak bisa. Anda harus dapat membangun sifat positif dalam rumah agar aura Anda dapat menular pada anak-anak sehingga masalah inipun bisa diatasi.

4. Pengaruh lingkungan

Pengaruh lingkungan juga memiliki peran besar menjadi penyebab anak tidak percaya diri. Walaupun lingkungan keluarga sudah membangun sifat positif, kadang lingkungan sekolah dan lingkungan bermain tidak sejalan.

Lingkungan sosial yang buruk biasanya kurang bisa menghargai usaha orang lain, mudah menyalahkan dan sering melihat seseorang berdasarkan fisik saja. Tentu hal ini juga akan berpengaruh buruk bagi anak dan membuat mereka kurang percaya diri.

Sebagai orang tua, untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat melihat dulu bagaimana lingkungan sosial yang akan anak Anda masuki. Jika tampak berbahaya dan dapat mempengaruhi sifat anak Anda, maka cegahlah sejak dini.

Jangan terlalu khawatir, masih banyak orang yang peduli pada lingkungan sosial yang sehat dan dapat memotivasi anak Anda untuk berprestasi.

5. Orang tua yang sering melarang

Bersosialisai itu penting, asal lingkungannya sehat. Zaman sekarang ini masih ada beberapa orang tua yang melarang anak-anaknya melakukan suatu hal yang disukainya.

Biarkan anak Anda melakukan hal yang disukainya asal positif. Jalan-jalan bersama teman juga tidak masalah, bermain musik atau sepak bola.

Jika Anda melarang apapun yang dia ingin lakukan dan harus belajar terus maka anak Anda bukan menjadi penyebab anak tidak percaya diri, tetapi mereka juga bisa stress. Mereka akan merasa tertekan ketika melihat temannya berprestasi dalam sepak bola, voli atau musik.

Seorang anak akan merasa dirinya tidak bisa apa-apa ketika temannya memiliki segudang prestasi. Sedangkan dia tidak memilikinya karena Anda melarang.

Untuk itu, izinkanlah dia untuk mlakukan hobinya asal baik dan positif. Beri dia kesempatan untuk mengexplore dan meluaskan pandangan tentang apa yang benar-benar dia cita-citakan.

Apalagi jika Anda menambah suntikan motivasi dan pujian. Hal tersebut tentu dapat membuat anak Anda semakin semangat dan berprestasi.

Penutup

Demikianlah 5 penyebab anak tidak percaya diri dan cara mengatasinya. Setelah memahami hal tersebut diharapkan Anda dapat memilih solusi yang terbaik bagi masalah ketidak percayaan diri anak Anda.

Jangan terlalu fokus pada anak, Anda juga harus fokus pada apa yang harus Anda lakukan. Karena pendidikan pertama anak adalah dari keluarga.

shopping_cart